mini konser koalisi nada

Tiba masanya untuk Koalisi Nada, komunal kenamaan kota, yang akhirnya sukses meluncurkan album kompilasi mereka yang sempat tersendat hampir dua tahun. Sabtu, 10 Juli 2012 menjadi hari dimana mereka mengadakan gig “potong tumpeng” yang diadakan di rumah bir paling anyar Kota Malang, HoutenHand.

Materi lagu dalam kompilasi yang kebanyakaan tidak asing lagi ketika beberapa telah dirilis masing-masing band dalam versi single/demo, menjadikan titik berat ekspektasi beralih pada penampilan langsung para punggawa pengisi line-up acara syukuran malam itu. Terlebih Koalisi Nada sudah beberapa bulan terakhir vakum meramaikan kalender para sceensterkota.

Acara dimulai oleh penampilan Time Portal. Band dengan nuansa The Strokes yang kental ini sukses meriuhkan acara. Bahkan terlalu riuh. Venue yang terlalu sesak membuat saya hanya bisa mendengar suara sound dan tarikan suara khas dari Fafa sang vokalis; tanpa dapat melihat bagaimana mereka bermain. Jatah tiga lagu yang diharuskan mampu dilahap dengan menawan oleh Time Portal.

Aksi Video Tape adalah yang paling saya tunggu selanjutnya. Berbagai aksi panggung yang unik di setiap penampilanya menjadikan kangen seusai menonton band grunge ini. Seolah menolak lupa, saya berdiri di barisan paling belakang dan mustahil untuk melihat mereka dengan mata. Namun tetap asik ketika hantaman rock kotor mereka hanya dapat disaksikan oleh telinga.

Selanjutnya ada Peka. Band yang sebenarnya tidak turut serta dalam penggarapan album kompilasi Koalisi Nada ini mampu memberi esensi tersendiri dari gig malam itu yang ber-mayoritaskan band dengan genre garage rock. Beberapa lagu mampu didendangkan dengan catchy hingga mampu menyirapkan bahwa mereka sudah cukup berusia.

Acara sempat tersendat sekitar setengah jam tatkala asap yang mengepul tampak keluar dari bass amplifier. Momen berharga bagi para penonton yang sedari tadi rindu akan udara segar bagai terintimidasi oleh sesaknya ruang. Beberapa teman memilih untuk turun lalu bercengkrama di emperan toko. Tak banyak yang tetap tinggal di depan stage barangkali takut kehilangan “best view” mereka.

Bergetar kembali setelah The Classic Cluster tampak siap mengudara disana. Moshpit kembali rapat. Tampilan klimis dan necis dari para personil membuat arena semakin penasaran. Benar saja, genjrengan gitar pertama dari band asal Kota Batu ini kembali memanaskan para jamaah untuk bergoyang setelah tadi sempat menunggu beberapa saat. Istimewa adalah suatu ucapan yang pas bagi mereka pada malam itu.

Dilanjutkan oleh Intenna. Band post-rock kenamaan Kota Malang ini tampil tanpa Oming sang vokalis yang kala itu sedang berada di Jogja untuk suatu apalah. Persiapan tampil mereka memang selalu lama.  Banyak equipment yang harus dipasang pelbagai macam dan kabel yang wajib sambung sanasini. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya mereka mulai membunyikan alat musik. Penonton yang sedari tadi menggila kali ini berdiri takzim menyaksikan band pelantun Dansa Hujan tersebut. Namun Intenna bermain kurang greget pada malam itu. Entahlah, alunan musik mereka yang biasanya dapat mengalirkan perasaan sedih dengan mimik tersenyum tidak saya dapatkan malam itu. Saya malah berharap segera menyaksikan penampilan band garage lainya yang belum kebagian jatah tampil. Maaf Intenna, tapi tembang-tembang karya kalian begitu nikmat di lain kesempatan.

Waktu diberikan kepada Ajer sepenuhnya selepas penampilan Intenna. Band yang mulai menjadi bahan gossip baru dikalangan sceenester ini turut meramaikan mini konser tersebut. Membawakan beberapa lagu dengan gitar akustik dan beberapa alat musik sederhana lainya; Adjer menyulap para jamaah untuk benar-benar menyaksikan musik mereka. Apapun itu yang sedang saya pikirkan, saya mulai menjadi fans band ini.

Masih ada tiga band lagi yang belum tampil. Dengan kondisi penonton yang melebihi kapasitas ruangan membuat lelah datang lebih cepat. Segenap konsentrasi mulai turun perlahan. Tampak stage telah diisi oleh The Ratna yang siap tampil. Namun kondisi penonton yang semakin membludak dan liar, membuat kemampuan untuk fokus sekejap sirna. Bahkan mungkin hal ini juga dirasakan oleh The Ratna. Beberapa kali mereka harus mengulangi lagu karena kabel yang terinjak-injak sehingga matinya suara gitar. Hingga akhirnya mereka rampung menggarap beberapa lagu dengan situasi yang ajeg.

Acara dilanjut dengan penampilan Alsoo. Kabar dari riuhnya venue juga masih tidak jauh berbeda dari yang terjadi ketika The Ratna tampil sebelumnya. Bahkan suara gitar Dimas malah memperdengarkan feedback yang lebih kencang daripada suara gitar itu sendiri. Jimi? Entah dia sudah berada dimana. Melayang, tergeletak di lantai, meloncat atau bahkan mungkin dia sudah tidak tahu dimana letak mic.

Esensi lain kemudian tersirat dari pemandangan yang sedang kami semua nikmati. Semua orang menjadi begitu riang. Mereka bergembira, tertawa seakan mereka hanya hidup pada detik, menit, jam yang sedang mereka lakoni saat itu. Mereka tidak peduli dengan apa saja yang berada diluar sanauntuk beberapa saat yang benar-benar sedang mereka nikmati. Apakah ini arti dari sebuah jargon “Independent”? Atau mungkin inilah yang sebenarnya disebut dengan Youth Culture ? Ah, siapa peduli. Setiap orang pasti punya sudut pandang dan referensinya masing-masing. Yang terpenting acara malam itu keren.

Mini konser launching album kompilasi Koalisi Nada segera berakhir. Ditutup oleh band garage punk dengan vokalis yang selalu tampil wow. Ya, Kobra. Band yang sedang rajin-rajinya sowan dari satu gig ke gig yang lain ini didaulat sebagai klimaks pada acara tersebut. Dengan animo jamaah yang semakin menjadi-jadi; Kobra tetap tampil liar. Membawakan komposisi lagu dengan jumlah yang lebih banyak dari band yang tampil sebelumnya, band yang juga turut serta dalam kompilasi SB!MK ini memamerkan beberapa nomor lagu teranyar mereka. Hingga acara ini benar-benar berakhir, penonton baru menyilahkan tubuh masing-masing dari mereka untuk beristirahat. Salute!!


source : http://vimeo.com/45771232 

Mini Konser Peluncuran Album Kompilasi Koalisi Nada
  Koalisi Nada Records Dengan Bangga Mempersembahkan, Mini Konser Peluncuran Album Kompilasi Koalisi Nada, proyek yang sempat tertunda-tunda beberapa lama karena masalah teknis ini akan dapat kalian nikmati di minggu awal ...
READ MORE
A.L.S.O.O | Mereka Terlahir Bukan Dari Embrio
Als0o Life Style On the Otherside. Yap, ALSOO. Band yang lahir secara premature sekitar tahun 2008 ini mulai banyak menjadi buah bibir para penggila rock n roll Kota Malang setelah ...
READ MORE
Special Live Music Video dari AJER
Buntut dari tanggal 24 Juli 2012 bertempat di daerah Hutan Malabar, segerombolan musisi handal kota Malang berkumpul. Mereka yang terbentuk dalam suatu group band bernama AJER. Tidak datang dan berkumpul ...
READ MORE
Selamat Jalan Kawan “Dedicated to Dimas Agung Pradikta”
Acara ini didedikasikan untuk teman kami Dimas Agung Pradikta yang beberapa minggu lalu telah lebih dahulu menghadap sang maha kuasa, dengan tujuan “charity gigs” donasi dari teman-teman band dan panitia ...
READ MORE
Secret Friday From Family to Everyone
Lemah Dhuwur Studio mempersembahkan acara tersembunyi di hari jumat, bertajuk Secret Friday acara ini akan diisi oleh band-band berbahaya kota Malang dengan line up band Keramat, Fallen To Pieces , ...
READ MORE
The Event of Have Fun #2
Wish you all the best and musky mengadakan acara dengan tema yang sama untuk kedua kalinya, acara bertajuk The Event of Have Fun ini memasuki seri kedua dengan bintang tamu ...
READ MORE
Time To Play Music On Sunday
Well, akan ada alternative lain di hari Minggu, 27 Mei 2012 besok kalau kalian sudah benar-benar  jenuh dengan perhelatan “Malang Tempoe Doeloe” yang semakin monoton dari tahun ke tahun. Adalah ...
READ MORE
Peka, from Madchester to Malang
Menjadi band dengan genre yang kurang umum di telinga pendengar agaknya masih susah di Kota Malang. Karena itu Peka, salah satu band senior Malang lebih suka menyebut genre yang mereka ...
READ MORE
The Top of The Pop of The Rock | Jalan Darat Tour 2012 Malang
Perjalanan hura-hura 3 band lintas genre ini akhirnya sampai di kota ketiga, setelah dua hari sebelumnya secara berturut-turut telah menyatroni kota Solo dan Semarang sebagai rangkaian tournya, minggu 26 februari ...
READ MORE
Mini Konser Peluncuran Album Kompilasi Koalisi Nada
A.L.S.O.O | Mereka Terlahir Bukan Dari Embrio
Special Live Music Video dari AJER
Selamat Jalan Kawan “Dedicated to Dimas Agung Pradikta”
Secret Friday From Family to Everyone
The Event of Have Fun #2
Time To Play Music On Sunday
Peka, from Madchester to Malang
The Top of The Pop of The Rock
Share on Tumblr